https://bajawa.times.co.id/
Berita

Mengunjungi Officina Profumo-Farmaceutica di Santa Maria Novella, Apotek Pertama di Dunia

Jumat, 04 April 2025 - 17:28
Mengunjungi Officina Profumo-Farmaceutica di Santa Maria Novella, Apotek Pertama di Dunia Ngasir di apotik perdana dunia, Officina Perfumo-Farmaceutica di St Maria Novella

TIMES BAJAWA, JAKARTA – Officina Profumo-Farmaceutica di Santa Maria Novella, didirikan oleh para biarawan Dominikan di Florence, Italia, pada tahun 1221. Tempat ini, dikenal sebagai apotek pertama di dunia yang menyediakan pelayanan farmasi secara terorganisasi. 

Awalnya beroperasi dalam biara, apotek ini kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1612 dan menjadi simbol transisi dari pengobatan tradisional ke praktik farmasi yang lebih ilmiah (Conti, 2014). Founder PRO-EM 1, Ge Recta Geson, berkunjung langsung ke apotek ini. Berikut catatannya.

*

Pelayanan Kefarmasian Tradisional di Abad Pertengahan

Para biarawan menggunakan pengetahuan botani dan farmakognosi untuk mengolah tanaman obat menjadi salep, tincture, dan eliksir. Pelayanan farmasi di Officina dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik, spiritual, dan lingkungan pasien, menjadikannya contoh awal dari praktik pengobatan individual. 

Pendekatan ini tidak hanya terapeutik, tetapi juga preventif, menekankan gaya hidup seimbang yang sesuai dengan karakter tiap individu (Gensini et al., 2007).

Konsep Pengobatan Individual sebagai Fondasi Personalized Medicine

Ngasir-di-apotik-perdana-dunia-a.jpgIstrumen Farmasi genuine

Yang paling menarik dari sejarah Officina adalah bagaimana mereka mempersonalisasi resep berdasarkan kebutuhan spesifik pasien—baik dari segi gejala, konstitusi tubuh, maupun musim. Ini secara konseptual sejalan dengan prinsip personalized medicine, yaitu pendekatan terapi yang disesuaikan dengan karakteristik genetik, lingkungan, dan gaya hidup pasien (National Research Council, 2011).

Dalam konteks modern, personalized medicine menggunakan data biologis (seperti genomik dan proteomik) untuk menentukan pilihan terapi yang paling efektif. Namun akar filosofinya—yaitu setiap individu adalah unik dan membutuhkan pendekatan terapi yang disesuaikan—sudah terlihat pada praktik di Officina sejak abad ke-13.

Warisan Officina dalam Farmasi Klinis Modern

Saat ini, praktik farmasi klinis menekankan peran apoteker dalam terapi individual berbasis bukti, pemantauan efek samping, dan optimalisasi hasil pengobatan. Nilai-nilai ini—yang telah lama dianut di Officina—menjadi pilar dalam pelayanan farmasi berbasis pasien (patient-centered care). 

Selain itu, metode peracikan obat (compounding) secara manual yang masih digunakan di Officina juga menjadi inspirasi bagi praktik apotek compounding klinis saat ini.

Officina Profumo-Farmaceutica di Santa Maria Novella tidak hanya menjadi tonggak sejarah farmasi dunia, tetapi juga memberi inspirasi filosofis bagi perkembangan personalized medicine. Pendekatan holistik, individual, dan berbasis alam yang mereka terapkan sejak abad ke-13 kini bergema kembali dalam inovasi farmakoterapi modern. (bersambung/*)

Daftar Pustaka:

    1.    Conti A. Pharmaceutical knowledge in the Middle Ages: the case of Santa Maria Novella in Florence. Med Secoli. 2014;26(2):509-528.
    2.    Gensini GF, Conti AA, Lippi D. The evolution of the concept of personalized medicine in the history of Western medical thought. Med Secoli. 2007;19(1):31-50.
    3.    National Research Council (US) Committee on A Framework for Developing a New Taxonomy of Disease. Toward Precision Medicine: Building a Knowledge Network for Biomedical Research and a New Taxonomy of Disease. National Academies Press (US); 2011. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bajawa just now

Welcome to TIMES Bajawa

TIMES Bajawa is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.